MANDUTA – Drumband Genta Nada MAN 2 Tulungagung tampil energik dalam serenade penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di GOR Lembu Peteng, Kabupaten Tulungagung, pada Senin, 17 Agustus 2026. Penampilan ini menjadi bagian dari kolaborasi bertajuk Kidung Kamardikan yang melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Yonif TP 886/Panjalu Jayati, serta MB Genta Nada MAN 2 Tulungagung. Melalui fragmen “Branjang Kawat”, para penampil menyuguhkan perpaduan drumband, musik, tari, atraksi, dan teater perjuangan yang membawa pesan tentang keberanian rakyat melawan penjajahan. Kegiatan tersebut melengkapi upacara penurunan bendera yang digelar di lokasi baru, GOR Lembu Peteng, dan disaksikan masyarakat Tulungagung.
Dalam fragmen tersebut, kisah Branjang Kawat menggambarkan kegelisahan seorang tokoh yang melihat penderitaan rakyat akibat penindasan penjajah. Di tengah dilema keluarga dan panggilan untuk berjuang, ia memilih bangkit serta mengajak para pemuda menghimpun kekuatan untuk melawan. Genta Nada MAN 2 Tulungagung menghidupkan alur cerita itu melalui hentakan ritmis yang tegas, formasi yang teratur, dan energi permainan yang menyatu dengan gerak para penampil lain. Kehadiran para personel drumband memberi warna tersendiri pada serenade, menjadikan pesan perjuangan terasa lebih dekat dan mudah diterima oleh penonton.

Bagi MAN 2, MAN 2 Tulungagung, dan MAN Tulungagung, keterlibatan dalam acara tingkat kabupaten ini merupakan kepercayaan sekaligus pengalaman berharga bagi murid. Mereka tidak hanya tampil membawa nama madrasah, tetapi juga belajar menjaga disiplin latihan, kekompakan dalam formasi, ketepatan tempo, dan tanggung jawab terhadap peran masing-masing. Kolaborasi bersama Disbudpar Tulungagung dan Yonif TP 886/Panjalu Jayati memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi media yang kuat untuk menanamkan nilai kebangsaan, menghormati perjuangan para pahlawan, dan menguatkan rasa cinta tanah air.memorandum.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan apresiasi atas penampilan Genta Nada dalam serenade HUT ke-81 RI. “Kami bangga karena murid-murid Genta Nada mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari pertunjukan yang membawa pesan sejarah dan nasionalisme. Penampilan ini merupakan hasil latihan, kedisiplinan, serta kerja sama yang kuat. Semoga pengalaman ini membuat mereka semakin percaya diri, mencintai seni budaya, dan siap memberi kontribusi positif bagi madrasah, daerah, dan bangsa,” ujarnya.
Penampilan di GOR Lembu Peteng menjadi pengingat bagi murid MAN 2 Tulungagung bahwa prestasi dapat dibangun melalui ketekunan dalam proses. Dari ruang latihan hingga panggung besar, setiap ketukan alat musik dan setiap langkah formasi membutuhkan konsentrasi, komitmen, serta kepercayaan antarteman. Semangat itu diharapkan terus menyertai murid MAN 2 Tulungagung untuk berani mengembangkan bakat, menjaga karakter, dan menjadikan setiap kesempatan sebagai jalan untuk mengharumkan nama Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.


Komentar Terbaru